Selasa, 11 Oktober 2016

Cara mencegah tekanan darah tingi (Hipertensi)

Apa itu Hipertensi?

Hipertensi atau Tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi dimana  tekanan darah menjadi naik karena gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai O2 dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh. Bila kondisi seperti ini terus berlanjut maka dapat merusak organ-oragan tubuh lainyanya seperti Otak, Jantung, Gijal dll

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 menunjukkan bahwa penderita hipertensi yang berusia di atas 18 tahun mencapai 25,8% dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia. Dari angka tersebut, penderita hipretensi perempuan lebih banyak 6% dibanding laki-laki. Sedangkan yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan hanya mencapai sekitar 9,4%. Ini artinya masih banyak penderita hipertensi yang tidak terjangkau dan terdiagnosa oleh tenaga kesehatan dan tidak menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan. Hal tersebut menyebabkan hipertensi sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Sudahkah anda mengukur tekanan darah anda????

Jika belum maka mulailah periksakan tekanan dara anda dari sekerang agar dapat mengenali serta dapat mencega hipertensi mulai sekarang.

Risiko Mengidap Hipertensi

Penyebab hipertensi belum bisa dipastikan pada lebih dari 90% kasus. Seiring bertambahnya usia, kemungkinan Anda untuk menderita hipertensi juga akan meningkat. Berikut ini adalah faktor-faktor pemicu yang diduga dapat memengaruhi peningkatan risiko hipertensi.
  • Berusia di atas 65 tahun.
  • Mengonsumsi banyak garam.
  1. Kelebihan berat badan.
  • Memiliki keluarga dengan hipertensi.
  • Kurang makan buah dan sayuran.
  • Jarang berolahraga.
  • Minum terlalu banyak kopi (atau minuman lain yang mengandung kafein).
  • Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras.
Risiko mengidap hipertensi dapat dikurangi dengan mengubah hal-hal di atas dan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat. Pemeriksaan tekanan darah secara rutin juga bisa membantu diagnosis pada tahap awal. Diagnosis hipertensi sedini mungkin akan meningkatkan kemungkinan untuk menurunkan tekanan darah ke taraf normal. Hal ini bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat tanpa perlu mengonsumsi obat.


Gejala HIpertensi
  1. Sakit Kepala
  2. Rasa Berat d Tengkuk
  3. Sulit tidur
  4. Mudah Lelah Dan Lemas
  5. DLL
Klasifikasi Hipertensi Menurut Perhimpunan Hipertensi Indonesia

Kategori
Tekanan Darah Sistol (mmHg)
dan/atau
Tekanan Darah Diastol (mmHg)
Normal
<120
Dan
<80
Prehipertensi
120-139
Atau
80-89
Hipertensi Tahap 1
140-159
Atau
90-99
Hipertensi Tahap 2
≥160-179
Atau
≥100
Hipertensi Sistol terisolasi
≥140
Dan
<90
               (Sumber: Sani, 2008)

Pencegahan dan Pengobatan Hipertensi

Jika tekanan darah Anda tinggi, pantaulah dengan ketat sampai angka tersebut turun dan bisa dikendalikan dengan baik. Dokter biasanya menyarankan perubahan pada gaya hidup yang termasuk dalam pengobatan untuk hipertensi sekaligus pencegahannya. Langkah tersebut bisa diterapkan melalui:
  • Mengonsumsi makanan sehat.
  • Mengurangi konsumsi garam dan kafein.
  • Berhenti merokok.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Menurunkan berat badan, jika diperlukan.
  • Mengurangi konsumsi minuman keras.
Mencegah hipertensi lebih mudah dan murah dibandingkan dengan pengobatan. Karena itu, pencegahan sebaiknya dilakukan seawal mungkin. Jika didiamkan terlalu lama, hipertensi bisa memicu terjadinya komplikasi yang bahkan bisa mengancam jiwa pengidapnya.


Daftar isi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar